Menurut World Health Organization corona virus adalah  keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV)  dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS-CoV) . Coronavirus novel (nCoV)  adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

1. Penyebaran Dimulai dari Pasar Huanan

Wabah virus korona yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina, dimana sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 500 kasus hingga 1700 kasus  yang telah terkonfirmasi menurut “Imperial College London”.

Pasar Huanan Seafood Wholesale Market, tempat ini merupakan tempat untuk memperjualbelikan hewan satwa liar yang sudah dipotong. Seperti keledai, tikus koala dan kelelawar. Pasar ini ditengarai sebagai kemunculan tersebarnya virus corona.

Bagaimana tidak pasar ini merupakan pasar illegal yang memperjualbelikan satwa liar. Dimana dapat memperbesar peluang bagi virus dari hewan liar ke manusia. Dikutip “Eksekutif Program Kesehatan Wildlife Conservation Society”.

Tetapi penelitian lain seperti yang dikutip dalam “The Lancet” rincian tentang 41 pasien pertama yang dirawat di rumah sakit yang mengkonfirmasi infeksi dengan apa yang dijuluki novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Kasus yang paling awal , pasien jatuh sakit pada 1 Desember 2019 dan tidak memiliki hubungan langsung dengan pasar Huanan.

2. Gejala Mirip Pneumonia

Tanda tanda umum pada gejala virus corona diantaranya sesak napas, demam, batu, dan dan memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit sebelumnya dalam 14 hari. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Cara sederhana untuk mencegah penyebaran infeksi yaitu dengan mencuci tangan dengan menggunakan antiseptik, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika ingin bepergian keluar rumah, memasak daging dan telur dengan matang dan dicuci sampai bersih.Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan.

3. Indonesia Mulai Waspada

pemerintah Indonesia masih belum menetapkan status darurat untuk wabah virus corona ini. Dokter Mariya Mubarika, Staf Khusus Menteri bidang SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan menyatakan saat ini Indonesia masih dalam fase preventif dan deteksi.

Dalam preventif telah tercantum dalam regulasi dalam UU wabah penyakit menular.Tetapi seperti yang dilansir dalam web Media Indonesia keberadaan UU No 4 tahun 1984 tersebut sudah tidak lagi relevan. Perlu diadakannya revisi. Jika melihat wabah virus corona yang telah menyebar secara global. Seperti menambahkan bagaimana cara penanganan secara biologis virus corona tersebut.

Dalam kasus ini sebenarnya pemerintah telah melakukan tindakan preventif. Seperti  Sejumlah pemerintah daerah memperketat lalu lintas manusia di pelabuhan dan bandara.Dengan tersedianya pemantau  pemantau panas suhu tubuh.

Perusahaan yang memiliki tenaga kerja dari Cina juga mulai memeriksa kesehatan karyawan mereka. Kementerian Luar Negeri pun telah menerbitkan travel advice agar warga Indonesia  tidak melakukan perjalanan ke Cina.

4. Korban Terbanyak Di Negara China

Dari pernyataan resmi pemerintah China menyatakan bahwa jumlah korban yang meninggal  akibat virus corona mencapai 259 jiwa. Dengan jumlah yang terinfeksi lebih dari 11.000 orang. terdapat 46 laporan kematian terbaru dari komisi kesehatan nasional.

5. Virus Corona Menyebar Ke Berbagai Negara Dunia

Terdapat 21 negara yang sudah dilaporkan terkena virus corona di dunia dan yang terakhir adalah Italia, India, dan Filipina pada 30 Januari 2020. Negara-Negara di dunia yang sudah melaporkan kasus virus corona yaitu Prancis, Singapura, Jerman, Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Vietnam, Australia, Kanada, Finlandia, Amerika Serikat, Nepal, Srilanka, dan Uni Emirat arab.